<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Slametan</title>
	<atom:link href="http://slametan.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://slametan.blogdetik.com</link>
	<description>Catatan online Slametan di dunia maya</description>
	<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 06:06:51 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Pengurus dan kader Nasional Demokrat</title>
		<link>http://slametan.blogdetik.com/2011/07/23/pengurus-dan-kader-nasional-demokrat/</link>
		<comments>http://slametan.blogdetik.com/2011/07/23/pengurus-dan-kader-nasional-demokrat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 06:05:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>slametan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<category><![CDATA[Pengurus dan kader Nasional Demokrat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://slametan.blogdetik.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Pengurus dan kader Nasional Demokrat (Nasdem) Sulsel mulai merasa khawatir dengan pembentukan Partai Nasdem. Selain model logo yang hampir sama, kekhawatiran tersebut dipicu adanya dua pengurus organisasi masyarakat (ormas) Nasdem yang ikut mendirikan Partai Nasdem.
Kekhawatiran pengurus ormas Nasdem Sulsel itu terungkap dalam pertemuan yang digelar di Sekretariat Nasdem, Kamis (21/7) malam. Pertemuan ini dipimpin Ketua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://slametan.blogdetik.com/2011/07/23/pengurus-dan-kader-nasional-demokrat/">Pengurus dan kader Nasional Demokrat</a> (Nasdem) Sulsel mulai merasa khawatir dengan pembentukan Partai Nasdem. Selain model logo yang hampir sama, kekhawatiran tersebut dipicu adanya dua pengurus organisasi masyarakat (ormas) Nasdem yang ikut mendirikan Partai Nasdem.</p>
<p>Kekhawatiran pengurus ormas Nasdem Sulsel itu terungkap dalam pertemuan yang digelar di Sekretariat Nasdem, Kamis (21/7) malam. Pertemuan ini dipimpin Ketua Nasdem Sulsel Ilham Arief Sirajuddin. Wakil Sekretaris Nasdem Sulsel Arqam Azikin menegaskan, pihaknya hingga saat ini belum memikirkan untuk membubarkan diri sebagai pengurus ormas.“<br />
<span id="more-11"></span></p>
<p>Kami akan menanyakan kepada Surya Paloh agar ormas Nasdem tidak terpolitisasi dan tetap pada manifesto gerakan restorasi Indonesia,” kata Arqam, kemarin. Salah satu pengurus ormas Nasdem Sulsel, Syamsu Rizal mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan melayangkan surat kepada Ketua DPP Nasdem Surya Paloh untuk meminta ketegasan soal keberadaan Partai Nasdem. “Kita membutuhkan komitmen terkait Nasdem sebagai ormas dan Nasdem sebagai partai,”tegasnya. Demikian catatan online blog <a href="http://slametan.blogdetik.com/">Slametan</a> yang berjudul Pengurus dan kader Nasional Demokrat.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://slametan.blogdetik.com/2011/07/23/pengurus-dan-kader-nasional-demokrat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gencar melakukan kampanye kebersihan</title>
		<link>http://slametan.blogdetik.com/2011/06/05/gencar-melakukan-kampanye-kebersihan/</link>
		<comments>http://slametan.blogdetik.com/2011/06/05/gencar-melakukan-kampanye-kebersihan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jun 2011 05:02:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>slametan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[Gencar melakukan kampanye kebersihan]]></category>

		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://slametan.blogdetik.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Kontes SEO &#8211;&#62;&#62; Kota Makassar yang selama ini gencar melakukan kampanye kebersihan untuk mendapatkan Piala Adipura, ternyata gagal. Disinyalir, penyebab kegagalan ini adalah kebersihan sejumlah pasar tradisional yang tidak memenuhi persyaratan.
Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengatakan, sebenarnya usaha yang dilakukan sudah cukup optimal. Itu terbukti poin Makassar naik menjadi tiga dan ini jumlah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Kontes SEO" href="http://kanghari.com/kontesseo/" target="_blank">Kontes SEO</a> &#8211;&gt;&gt; Kota Makassar yang selama ini gencar melakukan kampanye kebersihan untuk mendapatkan Piala Adipura, ternyata gagal. Disinyalir, penyebab kegagalan ini adalah kebersihan sejumlah pasar tradisional yang tidak memenuhi persyaratan.</p>
<p>Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengatakan, sebenarnya usaha yang dilakukan sudah cukup optimal. Itu terbukti poin Makassar naik menjadi tiga dan ini jumlah yang sangat signifikan. Hanya,kata Ketua DPD I Demokrat Sulsel ini mengaku,perubahan passing grade yang kenaikannya sangat tinggi menjadi 73 dari sebelumnya hanya 71, menjadi salah satu penyebab.<br />
<span id="more-10"></span></p>
<p>Akibatnya,dari 14 kota besar, hanya dua yang mampu meraih penilaian itu dari sebelumnya sekitar sembilan kota.Dua kota itu, yaitu Palembang dan Surabaya. ”Tahun lalu, Makassar di urutan ke-11,tahun ini di urutan ketujuh. Ini menunjukkan ada perubahan dan ada optimalisasi perbaikan lingkungan yang dilakukan guna memperoleh piala tersebut,”ungkapnya.</p>
<p>Sementara itu, empat daerah dipastikan meraih piala tersebut, yakni Kota Palopo, Parepare, Kabupaten Pangkep, dan Luwu Utara. Sesuai jadwal, penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) itu akan diserahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (7/6) dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup.</p>
<p>Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sulsel Muhammad Tamzil,yang dikonfirmasi, tidak menampik hal tersebut. KLH telah menyurati seluruh kepala daerah yang meraih Adipura untuk hadir di Jakarta. Kendati demikian, ada beberapa kota yang terancam kehilangan piala yang diraihnya pada 2010. Hal ini disebabkan persiapan dan kemajuan kota dalam memelihara kebersihan mengalami degradasi.</p>
<p>”Tahun lalu, Sulsel dapat 11 Adipura, tapi tahun ini ada beberapa kota yang akan kehilangan piala tersebut.Hanya ada sembilan yang meraih penghargaan ini, tapi saya tidak bisa merinci daerah mana saja,”ungkapnya kepada SINDO,kemarin. Penyebab melayangnya sejumlah piala disebabkan dinaikkannya passing grade penilaian.</p>
<p>Misalnya, untuk kota kecil, passing grade tahun lalu hanya 71 dan tahun ini dinaikkan menjadi 74. Sekadar diketahui,penilaian terhadapdaerahdibagike dalam empat kategori,yakni kota metropolitan dengan jumlah penduduk lebih dari 1 juta jiwa,kota besar penduduk antara 5.000 jiwa sampai 1 juta jiwa,kota sedang berpenduduk 100.000 sampai 500.000, serta kota kecil kurang dari 100.000 jiwa.</p>
<p>”Tahun ini menunjukkan kemajuan pengelolaan lingkungan di setiap daerah. Kalau sebelumnya ditemukan ada daerah yang sama sekali tidak memperoleh piagam maupun piala, justru penilaian kali ini ada yang memperolehnya,” paparnya. Hanya, kata Tamsil, sapaan akrab Muhammad Tamsil, daerah tersebut di antaranya pernah menerima penghargaan tertinggi di bidang pengelolaan lingkungan hidup.</p>
<p>Selain itu, daerah yang tahun lalu hanya menerima piagam,tahun ini diberikan Piala Adipura tersebut. Begitupun sebaliknya, ada juga daerah yang penilaiannya turun.Namun,jumlahnya tidak begitu banyak.Kalau tahun lalu memperoleh piagam, tahun ini tidak meningkat, dipastikan daerah itu akan gugur dalam proses penilaian berikutnya.</p>
<p>Tamsil menyatakan, beberapa sektor yang menjadi penilaian, yakni pasar, fasilitas umum, kesehatan, keteduhan, serta pengelolaan sampah di lingkungan sekitar. Sementara itu, informasi yang diperoleh media, tahun ini, ada sembilan penerima, di antaranya Pangkajene Kabupaten Pangkep kategori kota kecil,Kota Palopo kategori kota sedang, serta Masamba Luwu Utara (Lutra) kategori kota kecil.</p>
<p>Kemudian,Kabupaten Pinrang, Malili, Soppeng, Barru, dan Sengkang.Kemudian dua kabupaten lainnya, Maros dan Bulukumba,mendapatkan piagam Adipura. Wakil Bupati Lutra Indah Putri Indriani mengaku bersyukur piala Adipura itu bisa diperoleh.“ Alhamdulillah, tahun ini kembali kami dapat Adipura bersama beberapa daerah lainnya di Sulsel,”ujarnya.</p>
<p>Atas perolehan itu, dia berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah membantu Pemkab mempertahankan piala tersebut. Utamanya, jajaran pemda dan masyarakat Masamba. Tahun lalu, dari 140 kota di Indonesia peraih Piala Adipura, Sulsel memperoleh delapan Piala Adipura.</p>
<p>Kedelapan Piala Adipura itu diberikan ke Palopo (Kota Palopo) dan Parepare (Kota Parepare), Watampone (Kabupaten Bone) untuk kategori kota sedang. Pinrang (Kabupaten Pinrang) Pangkajene (Kabupaten Pangkep), Bantaeng (Kabupaten Bantaeng), Masamba (Kabupaten Luwu Utara), serta Sengkang (Kabupaten Wajo) untuk kategori kota kecil.</p>
<p>Parepare Raih Penghargaan Ketujuh</p>
<p>Kota Madya Parepare berhasil menyabet Piala Adipura yang ketujuh.Penghargaan tersebut diperoleh dalam tujuh tahun terakhir membuka peluang Kota Bandar Madani ikut serta dalam kompetisi yang sama untuk tingkat ASEAN. ”Tanggal 7 dilangsungkan penyerahan dan Adipura yang ketujuh.</p>
<p>Ini bisa membuka jalan mengikuti perlombaan tata kota sedang tingkat Asia,” ungkap Sekretaris Kota Parepare Hatta Buroncong, tadi malam. Keberhasilan tersebut diraih berkat kerja keras masyarakat kota dan pemerintah setempat. Menurutnya, prestasi tersebut tidak mungkin diraih tanpa dukungan warga Parepare. Dan support untuk <a title="Kontes SEO" href="http://kanghari.com/kontesseo/category/kontes-seo" target="_blank">Kontes SEO</a>.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://slametan.blogdetik.com/2011/06/05/gencar-melakukan-kampanye-kebersihan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gempa kuat berskala 6,1</title>
		<link>http://slametan.blogdetik.com/2011/01/24/gempa-kuat-berskala-61/</link>
		<comments>http://slametan.blogdetik.com/2011/01/24/gempa-kuat-berskala-61/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 12:19:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>slametan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://slametan.blogdetik.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah Gempa kuat berskala 6,1 menghantam daerah pegunungan Tajikistan timur, Senin pagi, kata badan Surveri Geologis AS (US Geological Survey/USGS). Pusat gempa itu, yang terjadi pada pukul 07.45 waktu setempat (09.45 WIB), terletak di sekitar 106 kilometer barat daya kota Karakul, dekat perbatasan negara itu dengan China, kata USGS.

Belum ada laporan tentang korban atau kerusakan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah <a title="Gempa kuat berskala 6,1" href="http://slametan.blogdetik.com/2011/01/24/gempa-kuat-berskala-61/" target="_self">Gempa kuat berskala 6,1</a> menghantam daerah pegunungan Tajikistan timur, Senin pagi, kata badan Surveri Geologis AS (US Geological Survey/USGS). Pusat gempa itu, yang terjadi pada pukul 07.45 waktu setempat (09.45 WIB), terletak di sekitar 106 kilometer barat daya kota Karakul, dekat perbatasan negara itu dengan China, kata USGS.<br />
<span id="more-9"></span><br />
Belum ada laporan tentang korban atau kerusakan. Informasi tentang gempa itu berdasarkan yang tercatat dalam skala buka-tutup Moment Magnitude, yang sekarang digunakan oleh seismolog AS. Informasi itu diperoleh dengan mengukur daerah sesar yang pecah dan total energi yang dilepaskan oleh sebuah gempa. Demikian catatan online Slametan tentang gempa kuat berskala 6,1.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://slametan.blogdetik.com/2011/01/24/gempa-kuat-berskala-61/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah perjuangan</title>
		<link>http://slametan.blogdetik.com/2010/12/31/sejarah-perjuangan/</link>
		<comments>http://slametan.blogdetik.com/2010/12/31/sejarah-perjuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 18:04:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>slametan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://slametan.blogdetik.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -&#62; Sejarah perjuangan Kota Palembang dan Kerajaan Sriwijaya akan diangkat ke layar lebar. Sutradara ternama Hanung Bramantyo menyatakan berminat membuat film kolosal sejarah Kerajaan Sriwijaya Sumatera Selatan (Sumsel) dan peristiwa perang 5 hari 5 malam di Palembang.

“Sekarang masih dalam penjajakan, tapi perlupemikirandananalisis yang lebih mendalam,sehingga jika nantimemangterlaksana,biaya yang besar tersebut tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://im.grandong.com/" title="IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia" target="_blank">IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia</a> -&gt; Sejarah perjuangan Kota Palembang dan Kerajaan Sriwijaya akan diangkat ke layar lebar. Sutradara ternama Hanung Bramantyo menyatakan berminat membuat film kolosal sejarah Kerajaan Sriwijaya Sumatera Selatan (Sumsel) dan peristiwa perang 5 hari 5 malam di Palembang.<br />
<span id="more-8"></span><br />
“Sekarang masih dalam penjajakan, tapi perlupemikirandananalisis yang lebih mendalam,sehingga jika nantimemangterlaksana,biaya yang besar tersebut tidak sia-sia.Tapi itu adalah program jangka panjang dan cita-cita saya,”ujar Hanung di ruang Humas Pemprov Sumsel kemarin. Tingginya biaya tersebut diakuinya karena harus menggarap setting yang sesuai dengan tahun kejadian film dimaksud.</p>
<p>Untuk membuat lokasi yang sama dengan tahun kejadian itu,pihaknya harus membangun lokasi baru karena sulit menemukan lokasi yang sama dengan tahun peristiwa. “Jadi kalau menggarap film 5 hari 5malam,tentusaya harusmenyiapkan setting yang benar-benar menggambarkan perang tersebut. Jadi tidak mungkin mengambil tempat RS Charitas yang sekarang,harus bangun baru, belumlagibanyaknya ledakanyang memerlukanbiaya juga,”terangnya.</p>
<p>Suami aktris Zaskia Mecca ini memastikan, penggarapan film lokal Sumsel akan melibatkan tenaga- tenaga asli daerah Sumsel, mulai pemain hingga tenaga pendukung lainnya. “Untuk itu dalam waktu dekat kami merencanakan menggelar workshop pendidikan film di Palembang,” katanya. Direncanakan, kegiatan yang berupa seminar, pelatihan, dan casting ini akan bekerja sama dengan beberapa Universitas ataupun lembaga seni di Sumsel.</p>
<p>“Ini bukan pendidikan untuk pemain,tetapi untuk kreator-kreator film,saya merasa Jakarta sudah terlalu sumpek untuk melakukan kegiatan seni, apalagi potensi pekerja seni di sini juga cukup baik. Di Amerika saja ada New York, California dan Washington yang terpisah,untuk itu Indonesia tidak hanya Jakarta,”katanya. Keinginan Hanung untuk membuat film lokal yang sarat nuansa sejarah didasarkan pada niatnya untuk membuat film yang berkualitas, dan mampu bersaing dengan film produksi asing.</p>
<p>Pasalnya, dengan jumlah bioskop yang belum begitu banyak, persaingan para sineas sangat ketat. “Saat ini ada sekitar 500 bioskop layar lebar di Indonesia, dari jumlah tersebut setengahnya harus berbagi dengan film Hollywood, setengahnya lagi untuk film kita, namun masih juga harus berbagi dengan film-film horor,”paparnya.</p>
<p>Sementara itu,Kepala Biro Humas dan Protokol Sumsel Robby Kurniawan menjelaskan, kedatangan Hanung Bramantyo merupakan silaturahmidanpembicaraankemungkinan kerja sama di bidang seni. “Kita sangat mendukung, tapi masih dalam tahap pembicaraan, mudah-mudahan semuanya dapat berjalan dengan baik dan mengangkat kebudayaan lokal Sumsel lebih baik lagi.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://slametan.blogdetik.com/2010/12/31/sejarah-perjuangan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>TNI AL Kirim Tim ke Wasior</title>
		<link>http://slametan.blogdetik.com/2010/10/10/tni-al-kirim-tim-ke-wasior/</link>
		<comments>http://slametan.blogdetik.com/2010/10/10/tni-al-kirim-tim-ke-wasior/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2010 10:21:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>slametan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<category><![CDATA[TNI AL Kirim Tim ke Wasior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://slametan.blogdetik.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Banjir bandang di Wasior, Papua Barat, yang kini telah ditetapkan menjadi bencana nasional, menyita perhatian pemerintah dan seluruh jajaran TNI.
Perhatian itu salah satunya dari TNI AL yang menurunkan KRI dr Suharso- 990 ke Teluk Wondama. Hingga saat ini bantuan untuk para korban bencana sulit disalurkan karena jalur udara dan darat terputus. Bahkan, landasan udara di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banjir bandang di Wasior, Papua Barat, yang kini telah ditetapkan menjadi bencana nasional, menyita perhatian pemerintah dan seluruh jajaran TNI.</p>
<p>Perhatian itu salah satunya dari TNI AL yang menurunkan KRI dr Suharso- 990 ke Teluk Wondama. Hingga saat ini bantuan untuk para korban bencana sulit disalurkan karena jalur udara dan darat terputus. Bahkan, landasan udara di lokasi bencana masih terendam lumpur. Satu-satunya cara pengiriman bantuan, yaitu lewat jalur laut. TNI AL mengirimkan empat kapal yang memuat logistik dan satu rumah sakit terapung KRI dr Suharso-990.Penyelamatan akan lebih mudah jika rumah sakitnya langsung dibawa ke lokasi.Tim yang dikirim ke Wasior dilengkapi tim bedah dan ortopedi seperti bantuan yang dikirimkan ke gempa di Sumatra Barat.<br />
<span id="more-6"></span><br />
“Pada hari kedua Angkatan Laut sudah mengirim tim kesehatan dari Manokwari,”papar Kepala Dinas Kesehatan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI dr Kusdinar Diyon Sp S kepada wartawan seusai upacara peringatan Hari Kesehatan Angkatan Laut di RSAL dr Ramelan kemarin. Upacara yang diperingati setiap 9 Oktober kemarin dipimpin Asisten Personel Kepala Staf Angkatan Laut (Aspers KSAL) Laksamana Muda TNI Bambang Budianto.Dia menekankan pentingnya menjaga kesehatan di tubuh masing-masing TNI AL maupun masyarakat. Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, TNI AL melatih para tentara untuk proses penyelamatan,baik dari bencana maupun perang.</p>
<p>Kesigapan regu penyelamat ini tampak dalam atraksi yang digelar pada akhir upacara.Pertolongan pertama pada korban diperagakan dengan alat-alat terbatas. Dalam amanat yang dibacakan Aspers KSAL,KSAL mengatakan bahwa komponen kesehatan dalam angkatan bersenjata, khususnya Angkatan Laut, memegang peranan sangat penting dalam menunjang keberhasilan tugas operasi dan latihan militer. “Kiprah Korps Kesehatan Angkatan Laut semakin besar seiring reorganisasi TNI AL dan mengarahkan wawasan kelautan pada jajaran kesehatan dengan menempatkan bintara dan tamtama di kapal perang sejak 1950,” katanya.</p>
<p>Dalam perjalanan sejarahnya, Korps Kesehatan selalu memberikan bakti terbaik kepada TNI AL seperti yang ditunjukkan dalam rangka merebut Irian Jaya pada 1962. Bakti terbaik itu adalah 44 dokter dan puluhan perawat yang ikut terlibat dalam operasi tersebut.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://slametan.blogdetik.com/2010/10/10/tni-al-kirim-tim-ke-wasior/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.533 seconds -->

